Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh literasi keuangan, inklusi keuangan, dan preferensi penggunaan QRIS terhadap keberlanjutan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dengan preferensi risiko sebagai variabel moderasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 358 pelaku UMKM di Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, sedangkan analisis data dilakukan menggunakan Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi keuangan, inklusi keuangan, dan preferensi penggunaan QRIS berpengaruh positif dan signifikan terhadap keberlanjutan UMKM. Selain itu, preferensi risiko terbukti mampu memoderasi hubungan antara literasi keuangan, inklusi keuangan, dan preferensi penggunaan QRIS terhadap keberlanjutan UMKM. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan kemampuan pengelolaan keuangan, akses terhadap layanan keuangan, serta pemanfaatan sistem pembayaran digital yang didukung oleh preferensi risiko yang tepat dapat meningkatkan keberlanjutan usaha. Penelitian ini memberikan implikasi bagi pelaku UMKM, lembaga keuangan, dan pemerintah dalam merumuskan strategi peningkatan literasi keuangan, inklusi keuangan, serta adopsi pembayaran digital guna mendukung keberlanjutan UMKM.
Copyrights © 2026