Penelitian ini bertujuan membandingkan pemerolehan fonologi pada dua anak usia tiga tahun dari lingkungan bahasa berbeda, yaitu Pandeglang dan Jakarta, serta mengidentifikasi bentuk kesalahan pelafalan yang muncul dalam ujaran mereka. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dalam kerangka kajian psikolinguistik. Data berupa ujaran kata dan frasa yang diperoleh melalui tanya jawab sederhana dengan bantuan stimulus gambar, perekaman, dan pencatatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua anak mengalami perubahan bunyi berupa substitusi, aferesis, adisi, dan sinkop. Anak Jakarta lebih banyak menunjukkan aferesis dan substitusi, sedangkan anak Pandeglang menunjukkan substitusi, aferesis, adisi, serta interferensi bahasa Sunda sebagai bahasa ibu. Kesimpulannya, pemerolehan fonologi anak tidak hanya dipengaruhi oleh perkembangan artikulatoris sesuai usia, tetapi juga oleh lingkungan linguistik tempat anak tumbuh. Kontribusi penelitian ini adalah memperkaya kajian psikolinguistik dengan memperlihatkan pengaruh paparan bahasa daerah terhadap perkembangan fonologi awal anak.
Copyrights © 2026