Kemampuan menulis teks prosedur menuntut siswa mengorganisasi tujuan, bahan, langkah, dan kaidah kebahasaan, tetapi kesulitan pada struktur, ide, serta mekanik penulisan masih ditemukan pada siswa kelas VII. Penelitian ini bertujuan menguji efektivitas media storyboard dibandingkan flashcard terhadap kemampuan menulis teks prosedur siswa MTs Kandang Palon Malingping. Penelitian menggunakan kuasi eksperimen non-equivalent control group dengan 60 siswa pada dua kelas, masing-masing 30 siswa. Data diperoleh melalui tes menulis berbasis rubrik dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji gain, serta ANCOVA untuk mengontrol perbedaan kemampuan awal. Hasil menunjukkan rata-rata kelas storyboard meningkat dari 61,83 menjadi 80,83, sedangkan kelas flashcard dari 55,63 menjadi 67,03. Setelah pretest dikontrol, terdapat efek kelompok signifikan, F(1,57)=39,02, p<0,001, partial η²=0,406; rerata posttest terkoreksi 80,30 dan 67,57. Penelitian menyimpulkan storyboard lebih efektif dalam sampel ini. Kontribusinya ialah bukti empiris bahwa visualisasi sekuensial dapat berfungsi sebagai scaffolding pramenulis untuk mengorganisasi langkah teks prosedur secara sistematis pada pembelajaran Bahasa Indonesia siswa MTs.
Copyrights © 2026