Penelitian ini mengkaji polisemi dan ambiguitas dalam puisi Susu Kayu karya Mashdar Zainal melalui pendekatan semantik leksikal. Kajian ini dilatarbelakangi oleh kekayaan puisi kontemporer Indonesia yang kerap memanfaatkan makna ganda, diksi simbolik, dan keterbukaan tafsir untuk membangun kedalaman estetis serta tematis. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi bentuk polisemi dan ambiguitas dalam puisi serta menjelaskan fungsinya dalam pembentukan makna puitik. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data berupa kata, frasa, dan larik yang mengandung kegandaan makna serta rujukan yang taksa. Data dikumpulkan melalui teknik simak dan catat, kemudian dianalisis melalui identifikasi, klasifikasi, interpretasi leksikal, interpretasi kontekstual, dan triangulasi teori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa polisemi dan ambiguitas bergerak dari citraan tubuh ibu menuju citraan ekologis dan kosmologis. Kegandaan makna tersebut membangun kritik terhadap relasi manusia dan alam. Implikasinya, semantik leksikal dapat mengungkap kedalaman estetis, ekologis, dan interpretatif puisi kontemporer.
Copyrights © 2026