Artikel ini menganalisis implementasi Program Pengembangan UMKM Mandiri dengan fokus pada UMKM Jasmiati di Desa Puncak Harapan, Kecamatan Lokpaikat, Kabupaten Tapin. Kajian menggunakan pendekatan studi kasus deskriptif-evaluatif berbasis data sekunder dari Laporan Implementasi Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat PT Antang Gunung Meratus, yang mencakup catatan program, dokumentasi monitoring, serta buku produksi dan arus kas kelompok. Intervensi program mengintegrasikan diversifikasi produk berbasis umbi lokal, dukungan sarana produksi, pelatihan manajemen usaha dan pemasaran digital, kurasi produk, akses pasar ritel modern, serta integrasi hulu dengan Kelompok Wanita Tani Mawar sebagai pemasok ubi ungu. Data pendapatan empat anggota yang tersedia menunjukkan kenaikan rata-rata pendapatan bulanan dari sekitar Rp2,10 juta menjadi Rp3,28 juta. Khoratul Aini R. mengalami peningkatan pendapatan dari Rp3,47 juta menjadi Rp4,17 juta per bulan sehingga melampaui acuan UMK Kabupaten Tapin yang digunakan dalam laporan implementasi. Program juga memperkuat kepemimpinan lokal melalui peran Jasmiati sebagai local hero dan proses regenerasi pendampingan antaranggota. Temuan menunjukkan bahwa model pemberdayaan yang terintegrasi dari hulu hingga hilir berpotensi memperkuat agensi ekonomi perempuan, akses pasar, dan keberlanjutan UMKM berbasis potensi lokal.
Copyrights © 2026