Akurasi persediaan merupakan variabel krusial dalam laporan keuangan yang rentan terhadap risiko salah saji material. Namun, audit persediaan sering kali menghadapi kendala efektivitas akibat kelemahan sistem internal klien. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kesesuaian prosedur stock opname pada Kantor Akuntan Publik (KAP) XYZ dengan Standar Audit (SA) 501 serta mengidentifikasi faktor penghambat kualitas bukti audit yang dihasilkan. Penelitian kualitatif ini menggunakan desain studi kasus dengan teknik pengumpulan data melalui observasi partisipatif dalam kegiatan stock opname, wawancara mendalam dengan senior auditor, dan dokumentasi kertas kerja audit. Temuan menunjukkan bahwa KAP XYZ telah menjalankan prosedur inti meliputi inspeksi fisik, validasi sampel, dan rekonsiliasi data. Namun, pelaksanaan tidak berjalan optimal karena ditemukan selisih antara fisik dan buku yang dipicu oleh pengendalian internal klien yang lemah, ketiadaan SOP tertulis, serta sistem pencatatan yang masih manual. Meskipun prosedur audit telah mematuhi SA 501, kualitas hasil audit sangat bergantung pada integritas sistem klien. Implikasinya, KAP perlu mendorong standardisasi SOP dan digitalisasi sistem persediaan klien guna meminimalkan risiko salah saji material dan meningkatkan efisiensi proses verifikasi fisik.
Copyrights © 2026