Kenyamanan Termal merupakan salah satu unsur kenyamanan yang penting dalam suatu daerah, karena menyangkut kondisi suhu lingkungan yang nyaman. Seperti diketahui, manusia merasakan panas atau dingin merupakan wujud dari sensor perasa kulit terhadap suhu di sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui presentase tingkat kenyamanan termal di Kota Balikpapan serta mengetahui apakah curah hujan berpengaruh terhadap tingkat kenyamanan yang terjadi pada lima titik kajian kecamatan. Tingkat kenyamanan dinilai menggunakan metode Temperature Humidity Index (THI) yang dihitung dari data suhu udara dan kelembaban relatif harian periode 2010–2020 yang bersumber dari Stasiun Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Balikpapan serta data reanalysis ECMWF ERA5. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata THI di Kota Balikpapan masih berada dalam kategori nyaman, dengan persentase 95% (345 hari per tahun) kategori nyaman dan 5% (20 hari per tahun) kategori sebagian nyaman. Hasil analisis korelasi menunjukkan hubungan positif dengan kekuatan sedang (r = 0,370–0,478) antara curah hujan dan THI pada seluruh lima titik kajian, yang mengindikasikan bahwa peningkatan kelembaban relatif pasca-hujan cenderung lebih dominan dibandingkan penurunan suhu udara yang menyertainya, sehingga peningkatan curah hujan umumnya diikuti oleh sedikit kenaikan nilai THI.
Copyrights © 2026