Pengelolaan piutang biaya pendidikan merupakan tantangan operasional bagi perguruan tinggi, khususnya dalam mengidentifikasi secara dini mahasiswa yang berpotensi mengalami ketidaklancaran pembayaran. Penelitian ini bertujuan membandingkan kemampuan prediktif algoritma C4.5, Artificial Neural Network (ANN), dan Gaussian Naïve Bayes dalam mengklasifikasikan status piutang biaya pendidikan mahasiswa, serta menganalisis kontribusi atribut prediktor secara konsisten lintas-model. Data terdiri atas 258 rekaman mahasiswa dari Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Wakatobi yang mengintegrasikan karakteristik akademik, wilayah tempat tinggal, kondisi sosial ekonomi wali, serta jumlah dan umur piutang UKT dan BPP. Evaluasi menggunakan holdout terstratifikasi 80:20 dan 90:10 serta RepeatedStratifiedKFold 5×10 sebagai prosedur utama. Seluruh algoritma dilatih pada pembagian data yang identik dengan tahap imputasi, encoding, standardisasi, dan oversampling ditempatkan dalam pipeline pelatihan. Kinerja dievaluasi menggunakan accuracy, precision, recall, F1-score, balanced accuracy, dan PR-AUC. Analisis interpretabilitas menggunakan grouped permutation importance diterapkan seragam pada ketiga algoritma. ANN memperoleh kinerja tertinggi dengan accuracy 82,09% ± 6,17%, recall 82,71%, F1-score 78,62%, balanced accuracy 82,20%, dan PR-AUC 91,32%. C4.5 menghasilkan kinerja mendekati ANN dengan accuracy 81,04% ± 4,98% dan PR-AUC 89,08%, disertai simpangan baku lebih kecil yang mencerminkan prediksi lebih stabil. Gaussian Naïve Bayes menghasilkan recall 80,58% namun balanced accuracy hanya 53,86% dan PR-AUC 46,99%, mengindikasikan kecenderungan prediksi positif berlebihan. Jumlah Piutang UKT Mahasiswa merupakan atribut paling berpengaruh secara konsisten pada ketiga algoritma, diikuti Umur Piutang UKT dan Jumlah Piutang BPP. Atribut akademik, wilayah, dan sosial ekonomi memberikan kontribusi yang kecil atau tidak stabil. ANN dipilih sebagai model utama untuk kepentingan operasional yang memprioritaskan deteksi piutang tak tertagih, sedangkan C4.5 menjadi alternatif kompetitif apabila institusi mengutamakan keterpahaman aturan klasifikasi. Hasil penelitian memberikan dasar ilmiah bagi pengembangan sistem pendukung keputusan prioritas pemeriksaan piutang dengan tetap mensyaratkan verifikasi manual sebelum tindak lanjut diambil.
Copyrights © 2026