Perkembangan Generative Artificial Intelligence (GenAI), khususnya Large Language Models (LLM), telah memberikan perubahan signifikan dalam proses rekayasa perangkat lunak, terutama pada aktivitas code generation dan code review. Penelitian ini bertujuan menganalisis pemanfaatan GenAI pada kedua aktivitas tersebut dengan mengidentifikasi manfaat, keterbatasan, serta peluang pengembangannya. Penelitian menggunakan metode literature review dengan pendekatan sistematis melalui pencarian pada Scopus, IEEE Xplore, ACM Digital Library, Web of Science, dan Google Scholar terhadap publikasi tahun 2021 hingga 30 Juni 2026. Dari proses seleksi literatur, diperoleh 10 artikel utama yang dianalisis menggunakan ekstraksi dan sintesis data secara deskriptif-komparatif. Hasil kajian menunjukkan bahwa GenAI mampu meningkatkan efisiensi pemrograman, mengurangi pekerjaan coding rutin, membantu menghasilkan kode, mendeteksi kesalahan dan kerentanan, serta mengotomatisasi sebagian proses code review. Namun, keluaran GenAI masih menghadapi permasalahan berupa ketidakakuratan, keterbatasan pemahaman konteks, potensi hallucination, kerentanan keamanan, dan kebutuhan terhadap debugging serta validasi. Oleh karena itu, GenAI lebih tepat diposisikan sebagai alat bantu dalam kolaborasi manusia dan AI, bukan sebagai pengganti programmer atau reviewer. Pengembangan selanjutnya perlu menekankan peningkatan akurasi, keamanan, evaluasi kontekstual, dan mekanisme human-in-the-loop.
Copyrights © 2026