Obesitas dan peningkatan adipositas tubuh merupakan faktor risiko penting yang berhubungan dengan gangguan metabolik, termasuk gangguan regulasi glukosa. Indeks Massa Tubuh (IMT) merupakan indikator antropometri yang banyak digunakan untuk menilai status gizi serta mengidentifikasi risiko terjadinya komplikasi metabolik. Pada pasien diabetes melitus, pengelolaan berat badan menjadi salah satu komponen penting dalam pengendalian penyakit secara menyeluruh. Namun, hubungan antara IMT dan kadar gula darah sewaktu dapat berbeda pada berbagai populasi karena dipengaruhi oleh karakteristik individu dan faktor klinis lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara IMT dan kadar gula darah sewaktu pada pasien diabetes melitus. Penelitian ini menggunakan desain observasional kuantitatif dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional). Data penelitian diperoleh dari tabulasi data 54 pasien diabetes melitus. Variabel IMT dan kadar gula darah sewaktu (GDS) dianalisis sebagai variabel numerik kontinu. Analisis hubungan antarvariabel dilakukan menggunakan uji korelasi peringkat Spearman dengan tingkat kemaknaan α=0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata IMT responden adalah 25,18 ± 4,85 kg/m², sedangkan rerata kadar gula darah sewaktu adalah 190,59 ± 66,74 mg/dL. Analisis korelasi Spearman menunjukkan adanya hubungan positif yang sangat lemah antara IMT dan kadar gula darah sewaktu dengan nilai koefisien korelasi r=0,130. Namun, hubungan tersebut tidak bermakna secara statistik dengan nilai p=0,350. Berdasarkan hasil penelitian, IMT tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan kadar gula darah sewaktu pada pasien diabetes melitus dalam sampel penelitian ini. Hal ini menunjukkan bahwa IMT secara tunggal belum cukup menggambarkan kondisi pengendalian glikemik pada pasien diabetes melitus. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mempertimbangkan variabel tambahan seperti kadar HbA1c, penggunaan obat antidiabetes, pola makan, aktivitas fisik, serta komposisi tubuh agar dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai faktor yang memengaruhi kadar glukosa darah.
Copyrights © 2026