Begalan merupakan tradisi pertunjukan perkawinan Banyumasan yang menyampaikan nasihat melalui dialog, humor, dan simbol peralatan rumah tangga. Penelitian ini mengkaji narasi sejarah lokal, prosesi, dan makna simbolik Begalan di Desa Gentasari, Cilacap. Data lapangan 2019–2020 dianalisis secara deskriptif kualitatif melalui wawancara, observasi, dokumentasi, serta triangulasi sumber dan metode. Pembatasan COVID-19 menyebabkan observasi pertunjukan dilakukan di Sampang sebagai pembanding; data Gentasari terutama berasal dari wawancara. Temuan menunjukkan dua narasi asal-usul, Banyumas dan Wirasaba, dengan dialog brenong kepang sebagai pusat pertunjukan. Simbol perlengkapannya memuat nilai musyawarah, kerja sama, pengelolaan rezeki, relasi sosial, pengendalian konflik, kesetiaan, dan religiusitas. Keberlanjutan Begalan ditopang kemampuan pelaku menafsirkan benda sehari-hari sebagai nasihat yang bermakna bagi masyarakat. Katakunci: Begalan; Gentasari; perkawinan Banyumasan; brenong kepang; makna simbolik.
Copyrights © 2026