Transformasi pola relasi pranikah di era digital telah mengubah cara Generasi Z membangun hubungan dan memilih pasangan hidup, sementara budaya pacaran semakin dominan dan ta’aruf sering dipersepsikan sebagai mekanisme yang kaku serta kurang relevan dengan kebutuhan generasi muda. Kondisi tersebut memunculkan kebutuhan untuk mengkaji apakah ta’aruf masih mampu menjadi alternatif Islami yang relevan dalam pemilihan pasangan hidup di tengah perubahan sosial dan perkembangan teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi dan praktik ta’aruf sebagai alternatif Islami dalam pemilihan pasangan hidup pada Komunitas Mahasiswa Pecinta Ilmu (KMPI), serta menjelaskan bagaimana praktik tersebut beradaptasi dengan perubahan sosial dan perkembangan teknologi sehingga mampu menjawab kebutuhan Generasi Z dalam memilih pasangan hidup. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik pengodean tematik dengan perspektif living law untuk memahami bagaimana norma ta’aruf dijalankan dalam kehidupan sosial komunitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ta’aruf pada KMPI dipraktikkan melalui keterlibatan mediator, penggunaan CV ta’aruf, komunikasi digital yang terarah, serta keterlibatan keluarga dalam proses pengambilan keputusan. Praktik tersebut memungkinkan kebutuhan pengenalan karakter calon pasangan tetap terpenuhi tanpa mengabaikan batasan syariat dalam relasi pranikah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ta’aruf telah berkembang menjadi norma sosial-keagamaan yang hidup dan adaptif terhadap kebutuhan Generasi Z, sehingga memiliki potensi untuk menjadi alternatif Islami yang relevan dalam pemilihan pasangan hidup sekaligus memperkaya pengembangan kajian Hukum Keluarga Islam dalam konteks masyarakat Muslim kontemporer.
Copyrights © 2026