Penerapan model pembelajaran problem solving pada penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan pencapaian kompetensi siswa serta mendukung keterampilan kolaborasi, self efficacy dan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu siswa kelas X yang dipilih dengan teknik purposive sampling berdasarkan kemampuan awal matematika yang relatif sama. Adapun jenis penelitian pada penelitian ini yaitu penelitian eksperimen dengan desain one group pretest-posttest design. Intrumen yang digunakan yaitu tes kemampuan pemecahan masalah, angket self efficacy, angket keterampilan kolaborasi dan lembar observasi kegiatan pembelajaran. Instrumen dilakukan uji validitas oleh ahli (expert judgement) dan uji reliabilitas dengan menggunakan koefisien Cronbach's Alpha. Analisis dilakukan dengan menggunakan uji paired samples T-Test untuk data yang berdistribusi normal dan uji wilcoxon untuk data yang tidak berdisribusi normal. Hasil penelelitian menunjukkan nilai rata-rata pretest dan posttest pencapaian kompetensi sebesar 30,67 dan 53,33. Skor rata-rata pretest angket keterampilan kolaborasi 38,73 dan posttest angket keterampilan kolaborasi yaitu 40,07. Skor pretest-postest self efficacy siswa berturut-turut yaitu 69,333-73,27. Sedangkan nilai rata-rata pretest dan posttest kemampuan pemecahan masalah siswa yaitu 36,57 dan 79,93. Nilai signifikansi dari pretest-posttest keterampilan kolaborasi, pencapaian kompetensi, self efficacy dan kemampuan pemecahan masalah < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan model problem solving tidak hanya ditunjukkan oleh peningkatan pencapaian kompetensi siswa, tetapi juga oleh meningkatnya kemampuan pemecahan masalah, self-efficacy, dan keterampilan kolaborasi siswa. Kata Kunci: pemecahan masalah; self efficacy; pencapaian kompetensi; keterampilan kolaborasi
Copyrights © 2026