Latar Belakang: Masalah gizi pada mahasiswa di Indonesia masih menjadi perhatian. Status gizi merupakan indikator kesehatan yang penting, dan asupan makan adalah salah satu faktor yang memengaruhinya. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara asupan energi dan makronutrien dengan Indeks Massa Tubuh (IMT) pada mahasiswa Gizi. Metode: Penelitian cross-sectional ini dilakukan pada bulan Januari hingga Mei 2026 di Program Studi Sarjana Gizi, Fakultas Kedokteran dan Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Jakarta. Data yang dikumpulkan meliputi karakteristik responden, pengukuran antropometri (berat badan dan tinggi badan), serta asupan makan yang dinilai menggunakan dua kali recall 24 jam. Sebanyak 76 mahasiswa dipilih melalui purposive sampling. Data dianalisis menggunakan analisis univariat dan bivariat. Hasil: Sebagian besar responden berjenis kelamin perempuan (92,1%). Asupan tidak cukup ditemukan pada energi (73,7%), protein (38,2%), lemak (50,0%), dan karbohidrat (85,5%); sebanyak 51,3% responden mengalami gizi lebih (overweight). Tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara asupan energi, protein, lemak, maupun karbohidrat dengan status gizi (p>0,05). Simpulan: Penelitian ini menemukan tidak adanya hubungan yang signifikan antara asupan energi, protein, lemak, dan karbohidrat dengan status gizi, kemungkinan karena data recall jangka pendek tidak dapat menggambarkan keseimbangan energi jangka panjang yang menentukan status gizi. Status gizi tampaknya lebih dipengaruhi oleh faktor gaya hidup yang bersifat kumulatif dibandingkan hanya oleh asupan saat ini.
Copyrights © 2026