Permasalahan pengelolaan sampah tidak hanya dipengaruhi keterbatasan sistem, tetapi juga rendahnya perspektif dan partisipasi masyarakat dalam memaknai pengelolaan sampah sebagai tanggung jawab bersama. Kegiatan ini bertujuan menganalisis transformasi perspektif masyarakat setelah mengikuti edukasi lingkungan berbasis film dan workshop di RW 05 Margorejo, Surabaya. Kegiatan menggunakan pendekatan edukatif partisipatif melalui pemutaran film Menolak Punah, diskusi reflektif, workshop pengelolaan sampah bersama Dinas Lingkungan Hidup Kota Surabaya, serta praktik pemanfaatan pakaian bekas menjadi tas belanja ramah lingkungan. Data diperoleh melalui observasi, wawancara dengan Ketua RW, Ketua RT, pengurus Kader Surabaya Hebat (KSH), dan dokumentasi kegiatan. Data dianalisis menggunakan Transformative Learning Theory dari Jack Mezirow. Hasil menunjukkan adanya perubahan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pemilahan sampah sejak sumber, pemanfaatan kembali limbah tekstil, dan pengelolaan sampah organik. Perubahan perspektif juga ditunjukkan melalui munculnya komitmen dan inisiatif warga dalam memanfaatkan pakaian bekas, memperhatikan pengelolaan sampah organik, serta memaknai Bank Sampah sebagai sarana edukasi dan pemberdayaan, bukan sekadar sumber nilai ekonomi. Temuan menunjukkan bahwa edukasi berbasis film, refleksi, dan praktik langsung berpotensi menjadi strategi pembelajaran transformasional dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah berkelanjutan.
Copyrights © 2026