Publish Date
30 Nov -0001
The rapid development of digital communication technology has transformed interpersonal interaction patterns, particularly among Generation Z students. This study aims to examine how TikTok’s streak feature functions as a medium of interpersonal communication in digital space, as well as how media literacy knowledge influences relationship management among students of Fikom Unisba class of 2022. This research uses a qualitative method with a case study approach under a constructivist paradigm. Data were collected through in-depth interviews, observation, and documentation involving selected informants using purposive sampling. Data analysis was conducted using the interactive model of Miles and Huberman, including data reduction, data display, and conclusion drawing. The results show that the streak feature is not merely a technical tool but a symbolic medium representing relationship continuity, encouraging routine and reciprocal communication, and maintaining long-distance connections. Additionally, students demonstrate media literacy understanding of knowledge through ethical communication practices, understanding of digital footprints, adaptive communication styles, and anticipation of miscommunication. Furthermore, students are able to balance their digital social needs with healthy media usage boundaries through time management, selective responses, and maintaining relational balance. This study concludes that digital communication practices are shaped by the interaction between technological affordances, social needs, and individual awareness. Perkembangan teknologi komunikasi digital telah mengubah pola interaksi antarpribadi, khususnya di kalangan mahasiswa Generasi Z. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran fitur streak TikTok sebagai media komunikasi dalam ruang digital serta mengkaji pengetahuan media literasi mahasiswa dalam mengelola relasi antarpribadi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus dan paradigma konstruktivisme. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap informan yang dipilih secara purposive. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fitur streak tidak hanya berfungsi sebagai alat teknis, tetapi juga sebagai simbol keberlanjutan relasi, media komunikasi ringan yang rutin, pendorong komunikasi dua arah, serta sarana menjaga keterhubungan jarak jauh. Selain itu, mahasiswa menunjukkan pemahaman kesadaran media literasi melalui penerapan etika komunikasi, pemahaman terhadap jejak digital, kemampuan menyesuaikan gaya komunikasi, serta upaya menghindari miskomunikasi. Mahasiswa juga mampu menyeimbangkan kebutuhan sosial digital dengan batas sehat bermedia melalui manajemen waktu, selektivitas respons, dan pengelolaan relasi. Penelitian ini menegaskan bahwa komunikasi digital merupakan hasil interaksi antara teknologi, kebutuhan sosial, dan kesadaran individu yang membentuk pengalaman komunikasi bermakna, adaptif, serta relevan dengan dinamika kehidupan digital mahasiswa pada era transformasi komunikasi kontemporer secara konsisten dalam berbagai konteks komunikasi.
Copyrights © 0000