Bandung Conference Series: Communication Management
529 - 536

Antara FoMO dan Personal branding

Naufal Fairuz Rizqulloh (Prodi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Islam Bandung, Indonesia.)
Indri Rachmawati (Prodi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Islam Bandung, Indonesia.)



Article Info

Publish Date
30 Nov -0001

Abstract

This study aims to describe university students' experiences, interpretations, and management of Fear of Missing Out (FoMO) in the process of building digital identity and personal branding on TikTok. The research employed a qualitative method using Alfred Schutz's social phenomenology approach. Data were collected through in-depth interviews and observations of the TikTok accounts of three students selected through purposive sampling. The findings indicate that FoMO is not perceived as a uniform psychological pressure but as a subjective experience shaped by how individuals interpret their social media activities. Students actively select trends, regulate their participation, and construct digital identities based on their personal values and goals. The management of FoMO is reflected through emotional regulation, self-control, and reflective decision-making before and after content is published to maintain a balance between digital presence and personal well-being. This study concludes that FoMO extends beyond social anxiety and functions as an adaptive strategy for developing digital identity and personal branding within today's dynamic digital culture.   Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengalaman, pemaknaan, dan pengelolaan Fear of Missing Out (FoMO) pada mahasiswa pengguna TikTok dalam proses membangun identitas dan personal branding di ruang digital. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi sosial Alfred Schutz. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dan observasi akun TikTok terhadap tiga mahasiswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa FoMO tidak dimaknai sebagai tekanan psikologis yang bersifat seragam, melainkan sebagai pengalaman subjektif yang dipengaruhi oleh cara individu memaknai aktivitasnya di media sosial. Mahasiswa secara aktif melakukan seleksi terhadap tren, mengelola keterlibatan, serta membangun identitas digital sesuai nilai dan tujuan yang dimiliki. Pengelolaan FoMO dilakukan melalui regulasi emosi, kontrol diri, dan proses refleksi sebelum maupun sesudah konten dipublikasikan sebagai bagian dari strategi menjaga keseimbangan antara eksistensi digital dan kenyamanan pribadi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa FoMO tidak hanya menjadi bentuk kecemasan sosial, tetapi juga berkembang menjadi strategi adaptif dalam membangun identitas dan personal branding di tengah dinamika budaya digital.

Copyrights © 0000






Journal Info

Abbrev

BCSCM

Publisher

Subject

Humanities Languange, Linguistic, Communication & Media Social Sciences

Description

Bandung Conference Series: Communication Management (BCSCM) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Manajemen Komunikasi dengan ruang lingkup diantaranya adalah Awareness, Brand equity, Brand Image, Connecting Community Building, Content ...