Bandung Conference Series: Communication Management
623 - 630

Konstruktivis Pengalaman Hidup Orang Tua dalam Membangun Komunikasi dengan Anak Remaja

Bella Puspita Sari Dewi (Prodi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Islam Bandung, Indonesia.)
Indri Rachmawati (Prodi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Islam Bandung, Indonesia.)



Article Info

Publish Date
30 Nov -0001

Abstract

Adolescent mental health is an important issue that requires attention within the family environment. This study aims to explore parents’ experiences in establishing communication with early adolescents as an effort to support their mental well-being. The research employed a qualitative method with a phenomenological approach. The participants consisted of five parents as the main informants and adolescents as supporting informants. Data were collected through in-depth interviews and validated using source triangulation. The findings indicate that parents perceive family communication as a form of care, guidance, protection, and responsibility in supporting their children's development. Communication is reflected through openness, emotional support, close relationships, and adjustments in communication styles based on adolescents’ needs. The study also found that parents draw upon their life experiences as a source of reflection to develop more effective communication practices that support the mental health of early adolescents.   Kesehatan mental remaja merupakan slah satu aspek penting yang perlu mendapat perhatian dalam lingkungan keluarga. Penelitian ini bertujuan menggambarkan pengalaman orang tua dalam membangun komunikasi dengan remaja awal sebagai upaya mendukung kesehatan mental mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologi dengan metode kualitatif. Informan penelitian terdiri dari lima orang  tua dan sebagai informan utama dan remaja sebagai informan pendukung. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan triangulasi sumber. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa komunikasi keluarga dipahami orang tua sebagai bentuk kepedulian, pendampingan, perlindungan, serta tanggung jawab dalam proses perkembangan anak. Komunikasi diwujudkan melalui keterbukaan, dukungan emosional, kedekatan hubungan, dan penyesuaian cara berkomunikasi sesuai kebutuhan remaja. Penelitian ini juga menemukan bahwa orang tua memanfaatkan pengalaman hidup sebagai refleksi untuk membangun komunikasi yang lebih baik dalam mendukung kesehatan mental remaja awal.

Copyrights © 0000






Journal Info

Abbrev

BCSCM

Publisher

Subject

Humanities Languange, Linguistic, Communication & Media Social Sciences

Description

Bandung Conference Series: Communication Management (BCSCM) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Manajemen Komunikasi dengan ruang lingkup diantaranya adalah Awareness, Brand equity, Brand Image, Connecting Community Building, Content ...