Background: Transformasi digital menjadi kebutuhan mendesak bagi UMKM dalam menghadapi persaingan bisnis yang semakin terdigitalisasi. Namun, rendahnya literasi digital dan tingginya persepsi risiko teknologi masih menjadi hambatan utama dalam proses adopsi teknologi pada UMKM. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat literasi digital dan persepsi UMKM binaan PCM Tulangan terhadap transformasi digital, mengkaji proses pendampingan berbasis aplikasi pencatatan keuangan digital, financial technology (fintech), dan pemasaran digital, serta mengidentifikasi implikasinya terhadap keberlanjutan dan daya saing usaha. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus terhadap delapan UMKM sektor makanan dan minuman yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui diskusi partisipatif, observasi selama pendampingan, dan dokumentasi kegiatan, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian, dan penarikan kesimpulan dengan triangulasi sumber. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi digital awal pelaku UMKM relatif rendah dan disertai kekhawatiran terhadap risiko kesalahan dan keamanan data. Pendampingan bertahap mampu menurunkan persepsi risiko, meningkatkan pemahaman penggunaan aplikasi pencatatan keuangan digital, serta mendorong perubahan perilaku dari pengelolaan berbasis intuisi menuju berbasis data. Kesimpulan: Disimpulkan bahwa pendampingan digital yang sistematis dan kontekstual berperan strategis dalam memperkuat kesiapan transformasi digital serta mendukung keberlanjutan UMKM.
Copyrights © 2026