Background: Produk minuman olahan lidah buaya Kelompok Tani Tegal Hijau Lestari (THL) memiliki potensi ekonomi yang cukup tinggi. Kendala masa simpan dan keamanan pangan menjadi suatu hambatan yang cukup besar. Di sisi lain, masyarakat Warungboto berisiko mengalami penyakit tidak menular (PTM) seperti hipertensi dan diabetes. Program pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas produk kelompok tani serta meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap faktor risiko PTM melalui edukasi kesehatan. Metode: Kegiatan ini menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) melalui tahapan pra-kegiatan, tahap pelaksanaan, dan pasca-kegiatan. Peserta terdiri dari 15 anggota kelompok tani untuk pelatihan dan sosialisasi penggunaan bahan tambahan pangan (BTP) dan 23 masyarakat kelompok senam untuk promosi kesehatan serta pemeriksaan kesehatan gratis. Efektivitas pelatihan dievaluasi menggunakan desain pretest–posttest dan dianalisis dengan metode N-Gain. Skrining kesehatan meliputi pemeriksaan berat badan, tekanan darah, dan gula darah sewaktu. Hasil: Nilai rata-rata pengetahuan peserta mengenai penggunaan BTP meningkat dari 85,71% menjadi 90,48% dengan nilai N-Gain sebesar 0,33 (kategori sedang). Meskipun peningkatan absolut relatif kecil, tingginya nilai pretest menunjukkan bahwa sebagian besar peserta telah memiliki pengetahuan dasar sebelum pelatihan. Kegiatan ini berperan dalam memperkuat pemahaman mengenai penggunaan BTP sesuai regulasi sebagai dasar penerapan praktik produksi yang lebih aman. Hasil skrining menunjukkan 73,9% peserta memiliki tekanan darah di atas normal (prehipertensi atau hipertensi), sedangkan 52,2% memiliki kadar gula darah tidak normal (prediabetes/diabetes). Kesimpulan: Program ini meningkatkan kapasitas kelompok tani dalam penggunaan BTP sesuai regulasi dan mendukung deteksi dini faktor risiko PTM. Integrasi kedua kegiatan menjadi dasar pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan.
Copyrights © 2026