Background: Preeklamsia masih menjadi komplikasi kehamilan utama yang berkontribusi signifikan terhadap kematian maternal, sehingga membutuhkan intervensi promotif dan preventif terpadu di tingkat pelayanan dasar. Tujuan: Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan deteksi dini risiko preeklamsia serta pengetahuan dan kepatuhan ibu hamil melalui edukasi berbasis gizi, sinbiotik, kalsium, serta penggunaan aspirin dosis rendah sesuai indikasi medis. Metode: Kegiatan dilaksanakan selama tiga bulan (Desember 2025–Februari 2026) di 20 Puskesmas Kabupaten Cirebon yang melibatkan 301 ibu hamil usia kehamilan kurang dari 20 minggu melalui teknik purposive sampling. Tahapan meliputi skrining risiko dengan Buku KIA, edukasi kelompok berbasis leaflet, konsultasi individu, serta pendampingan dan pemantauan tindak lanjut. Hasil: Seluruh sasaran (100%) berhasil diskrining, dengan pemetaan risiko menunjukkan 25,2% risiko tinggi, 19,6% risiko sedang, dan 55,2% tidak berisiko. Analisis bivariate menunjukkan hubungan signifikan antara status gizi (P=0,000), riwayat preeklamsia (P=0,000), konsumsi sinbiotik (P=0,000), dan konsumsi aspirin (P=0,001) dengan risiko preeklamsia.. Kesimpulan: Skrining terpadu dan edukasi berbasis bukti terbukti efektif meningkatkan pemetaan risiko maternal serta pemahaman intervensi preventif ibu hamil untuk menekan komplikasi kehamilan secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026