Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi potensi penggunaan grafologi sebagai alat deteksi fraud serta implikasinya pada pendidikan akuntansi. Terdapat dua tahap metode. Pertama, penyajian sampel tulisan tangan dan analisis grafologinya atas oknum yang terbukti telah melakukan fraud. Kedua, kajian alternatif integrasi pendidikan akuntansi dengan pelatihan tulisan tangan dilakukan melalui studi literatur pendidikan akuntansi alternatif dan wawancara dengan pakar analisis tulisan tangan internasional. Hasil menunjukkan bahwa ada beberapa trait yang valid mengindikasikan ketidakjujuran. Trait yang mengindikasikan karakter kecurangan perlu diperbaiki melalui integrasi pelatihan tulisan tangan ke dalam pendidikan akuntansi untuk perbaikan tulisan tangan (grafoterapi) dan membantu membentuk karakter baik pada calon akuntan.
Copyrights © 2026