ABSTRACTThe Community Empowerment Learning Service Program (Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat/KKN PMM) of Universitas Warmadewa was conducted in Muncan Village, Selat District, Karangasem Regency, in July 2026 to address environmental and social issues through community-based empowerment. The program integrated two main activities: household waste management education and anti-bullying education for elementary and junior high school students. A participatory approach was implemented through field observations, interactive education, demonstrations, discussions, simulations, mentoring, and pre-test and post-test evaluations. The waste management program targeted residents across the hamlets of Muncan Village, while the anti-bullying program targeted elementary and junior high school students. Descriptive evaluation results showed an improvement in residents’ understanding of waste management. Prior to the intervention, some participants had limited knowledge of the types of household waste and appropriate segregation practices. Following the education and practical demonstrations, participants were better able to distinguish organic and inorganic waste and understand how to segregate waste at the household level. Similarly, the anti-bullying program demonstrated increased student understanding of the definition, forms, impacts, and prevention of bullying. Students also showed greater empathy, awareness of the psychological consequences of bullying, and willingness to reject and report bullying behavior. These findings indicate that participatory community empowerment can promote positive changes in environmental awareness and social behavior. The program contributes to SDGs 3, 4, 11, and 12 and provides a practical model for integrated community service programs in rural communities. ABSTRAKKuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN PMM) merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat melalui pemberdayaan berbasis kebutuhan lokal. Program KKN PMM Universitas Warmadewa dilaksanakan di Desa Muncan, Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem pada periode Juli 2026 dengan mengintegrasikan dua program utama, yaitu edukasi pengelolaan sampah rumah tangga dan sosialisasi pencegahan bullying bagi siswa SD hingga SMP. Kegiatan dilaksanakan menggunakan pendekatan partisipatif melalui observasi lapangan, sosialisasi interaktif, demonstrasi, diskusi, simulasi, pendampingan, serta evaluasi menggunakan metode pre-test dan post-test. Program pengelolaan sampah menyasar warga di berbagai dusun Desa Muncan, sedangkan program anti-perundungan menyasar siswa sekolah dasar dan menengah pertama. Hasil evaluasi deskriptif menunjukkan adanya peningkatan pemahaman warga mengenai pengelolaan sampah. Sebelum intervensi, sebagian peserta memiliki pengetahuan terbatas mengenai jenis-jenis sampah rumah tangga dan praktik pemilahan yang tepat. Setelah mengikuti edukasi dan demonstrasi praktik, peserta lebih mampu membedakan sampah organik dan anorganik serta memahami cara memilah sampah di tingkat rumah tangga. Demikian pula, program anti-perundungan menunjukkan peningkatan pemahaman siswa mengenai definisi, bentuk, dampak, dan pencegahan perundungan. Siswa juga menunjukkan empati yang lebih besar, kesadaran akan konsekuensi psikologis perundungan, serta kesediaan untuk menolak dan melaporkan perilaku perundungan. Temuan ini mengindikasikan bahwa pemberdayaan masyarakat secara partisipatif dapat mendorong perubahan positif dalam kesadaran lingkungan dan perilaku sosial. Program ini berkontribusi terhadap pencapaian SDGs poin 3, 4, 11, dan 12, serta menyediakan model praktis bagi program pengabdian masyarakat terintegrasi di wilayah perdesaan.
Copyrights © 2026