Kinerja pegawai penting dalam mendukung kualitas pelayanan infrastruktur publik, khususnya pada lingkungan kerja teknis yang ditandai dengan pengawasan lapangan, target pekerjaan, dan koordinasi teknis. Penelitian terdahulu menunjukkan temuan yang belum konsisten mengenai hubungan beban kerja dengan kinerja pegawai, sementara bukti empiris mengenai tuntutan pekerjaan pada pekerjaan teknis infrastruktur masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan kepuasan kerja dan beban kerja dengan kinerja pegawai pada Bidang Jalan dan Jembatan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga Kota Bandung. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif dengan teknik sampel jenuh yang melibatkan seluruh 36 pegawai. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert lima poin dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepuasan kerja berhubungan positif dan signifikan dengan kinerja pegawai (β = 0,359; p = 0,037), sedangkan beban kerja juga berhubungan positif dan signifikan dengan kinerja pegawai (β = 0,343; p = 0,045). Secara simultan, kepuasan kerja dan beban kerja berhubungan signifikan dengan kinerja pegawai (F = 9,727; p = 0,001), dengan model menjelaskan 37,8% variasi kinerja. Hubungan positif beban kerja dengan kinerja perlu dimaknai secara hati-hati, yang menunjukkan bahwa beban kerja dapat berfungsi sebagai tuntutan pekerjaan yang masih dapat dikelola. Temuan ini memberikan bukti kontekstual mengenai hubungan kepuasan kerja, beban kerja, dan kinerja pada pekerjaan teknis sektor infrastruktur publik serta pentingnya pengelolaan beban kerja yang proporsional dan dukungan bagi pegawai.
Copyrights © 2026