Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perencanaan laba menggunakan perhitungan Break Even Point (BEP) dan Margin of Safety (MOS) pada Usaha Tahu Lancar Kabupaten Gowa. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan data yang diperoleh melalui wawancara dan dokumentasi. Data yang digunakan adalah data biaya dan volume penjualan periode Mei hingga Oktober 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total biaya tetap sebesar Rp73.709.013 per bulan dan biaya variabel sebesar Rp46.333 per ember, dengan margin kontribusi sebesar Rp48.667 per ember atau rasio margin kontribusi sebesar 51%. BEP berada pada 1.515 ember per bulan atau setara Rp143.882.417, berada di bawah volume penjualan aktual bulanan yang berkisar antara 3.923 hingga 4.474 ember. Nilai MOS berkisar antara 61% hingga 66%, mengindikasikan tingkat keamanan usaha yang cukup baik terhadap risiko penurunan penjualan. Untuk mencapai target laba Rp135.000.000 per bulan, Usaha Tahu Lancar perlu menjual 4.288 ember per bulan atau setara Rp407.406.857. Dengan demikian, analisis BEP dan MOS terbukti efektif sebagai alat perencanaan laba yang terstruktur dan memberikan gambaran yang jelas mengenai batas aman operasional usaha.
Copyrights © 2026