Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh transmisi kebijakan moneter – yaitu suku bunga acuan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR), jumlah uang beredar (M2), dan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (EXR) – terhadap tingkat inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) di Indonesia selama periode 2020 hingga 2025. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan data time series triwulanan sebanyak 24 observasi (Q1 2020 – Q4 2025), penelitian menerapkan metode regresi linear berganda (Multiple Linear Regression). Hasil pengujian menunjukkan bahwa secara parsial BI7DRR berpengaruh negatif dan signifikan terhadap inflasi; M2 berpengaruh positif dan signifikan; serta nilai tukar berpengaruh positif dan signifikan terhadap inflasi. Secara simultan, ketiga variabel secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap inflasi Indonesia. Temuan ini mengkonfirmasi efektivitas mekanisme transmisi jalur suku bunga dan jalur nilai tukar sebagai instrumen kebijakan moneter Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas harga selama periode pemulihan ekonomi pascapandemi Covid-19 hingga normalisasi kebijakan tahun 2025.
Copyrights © 2026