Sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran strategis dalam pembangunan ekonomi pedesaan melalui penciptaan lapangan kerja dan optimalisasi sumber daya lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi ekonomi, sistem penjualan, kendala, serta tantangan legalitas yang dihadapi pelaku usaha keripik di Desa Sindangheula, Kabupaten Serang. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya pergeseran mata pencaharian masyarakat dari sektor sapu lidi ke sektor pengolahan pangan musiman seperti keripik. Kelompok usia produktif mendominasi industri ini dengan pemanfaatan literasi digital yang cukup baik. Namun, pelaku usaha mikro seperti merek "Derebe Umi" masih menghadapi tantangan berupa lonjakan harga bahan baku, keterbatasan pemasaran digital akibat gagap teknologi, serta hambatan pemenuhan standarisasi produk untuk menembus ritel modern. Pemerintah desa telah memfasilitasi legalitas gratis guna meningkatkan kepercayaan konsumen. Dari sisi konsumen, produk keripik dinilai sangat ekonomis dan diminati pasar lokal
Copyrights © 2026