Komunikasi antara pelatih dan atlet merupakan unsur fundamental dalam pembinaan prestasi olahraga karena tidak hanya berfungsi menyampaikan instruksi teknis, tetapi juga membentuk hubungan interpersonal yang memengaruhi kepercayaan, motivasi, dan keharmonisan relasi kerja dalam jangka panjang. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana komunikasi pelatih dan atlet membangun hubungan harmonis pada pembinaan prestasi di Taekwondo Heliandri Club (THC) Lampung. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan strategi studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap tujuh informan ayang dipilih secara purposive, terdiri atas dua pelatih, dua atlet, dua orang tua atlet, dan satu alumni klub, kemudian dianalisis secara tematik melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan keabsahan data diperiksa melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan harmonis pelatih-atlet dibangun melalui lima dimensi komunikasi yang saling berkaitan, yaitu proses komunikasi, bentuk komunikasi (interpersonal dan kelompok), fungsi komunikasi, umpan balik komunikasi, dan pola adaptasi komunikasi, yang beroperasi pada level individual, relasional, dan kolektif, serta diperkuat oleh keterlibatan orang tua dan alumni sebagai sistem pendukung eksternal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa hubungan harmonis antara pelatih dan atlet tidak terbentuk dari satu bentuk komunikasi tunggal, melainkan dari proses komunikasi yang adaptif, terbuka, suportif, evaluatif, dan berkelanjutan, sejalan dengan Teori Tindakan Sosial dan Teori Interaksi Simbolik.
Copyrights © 2026