Penelitian ini mengkaji representasi makna kesedihan dalam lirik dan Bait lagu “Gala Bunga Matahari” karya Sal Priadi dengan pendekatan semiotika Charles Sanders Peirce. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dalam paradigma konstruktivis. Data diperoleh melalui observasi berulang terhadap lirik dan dokumentasi, sedangkan unit analisis berupa kata, frasa, kalimat, dan bait yang memuat ekspresi simbolik serta emosional. Analisis menggunakan hubungan triadik representamen, objek, dan interpretant serta klasifikasi tanda berupa ikon, indeks, dan simbol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesedihan dibangun melalui tanda kehilangan, kerinduan, rasa sakit, tangisan, kenangan, penerimaan, dan harapan untuk bertemu kembali. Indeks menonjol pada ungkapan yang memiliki hubungan sebab-akibat atau eksistensial dengan duka, sedangkan simbol dominan pada ungkapan yang berkaitan dengan keyakinan spiritual dan keberlanjutan ikatan emosional. Bunga matahari menjadi simbol utama yang merepresentasikan harapan, keteguhan kasih sayang, dan kehadiran orang tercinta dalam ingatan. Secara keseluruhan, lirik merepresentasikan duka sebagai perjalanan emosional dari ketidakpastian dan kerinduan menuju penerimaan, sukacita, dan harapan spiritual.
Copyrights © 2026