Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Penyuluhan Literasi Digital Pada Pelajar Madrasah Aliyah Negeri (MAN) I Jakarta dan Sekolah Menengah Atas Negeri (MAN) 69 Jakarta di Kepulauan Seribu, Daerah Khusus Jakarta Suciati, Endang Roh; Bahriyah, Euis Nurul; Prakoso, Jatayu Hadi; Pane, Ivanina Zuhdi
Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 11, No 5 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/abd.v11i5.9383

Abstract

Media and Information Literacy (MIL), including digital literacy, is knowledge and skills that everyone needs to have, including secondary school students today. MIL can be interpreted as the ability to interact with various media platforms including digital platforms that involves searching, reading, accessing and understanding various information critically. It can also be defined as a person’s ability to produce and disseminate message (content) appropriately or in good manner. Thus, through MIL and Digital Literacy a person can be a recipient of messages and a creator of messages, making it possible to participate actively in the information society. In today’s era, digital literacy is a subject that needs attention from universities for dissemination and socialization to community. Therefore, Esa Unggul University views the importance of socializing digital literacy materials to the community. Esa Unggul University has carried out several Community Service (Abdimas) activities with the theme "Media and Information Literacy" and "Digital Literacy".  Abdimas which took place at Madrasah Aliyah Negeri (MAN) I Jakarta, and State High School (MAN) 69 Jakarta, both of which have campuses on Harapan Island and Pramuka Island, Seribu Islands, Special Region of Jakarta (DKJ) was part of the digital literacy socialisation. Through this outreach, it is hoped that students and teachers will understand more about what Digital Literacy is and what efforts can be made to increase Digital Literacy among school students.
Representasi Motivasi dan Perjuangan Hidup Generasi-Z dalam Lirik Lagu Shxtty Game Karya Day6: Analisis Semiotika Roland Barthes Shendy Aulia Satriadi; Safiani A. Faaroek; Endang Roh Suciati; Fajarina .
Journal of Media and Communication | E-ISSN : 3063-9581 Vol. 3 No. 1 (2026): Juli - September
Publisher : GLOBAL SCIENTS PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research is a descriptive qualitative study using a constructivist paradigm, which aims to determine how the process of signification in the song lyrics “Shxtty Game” by Day6 constructs the meaning of motivation and represents the struggles of Generation Z through Roland Barthes’ semiotic analysis. This study was conducted because the song “Shxtty Game” is considered to reflect the psychological reality of young people who live under social pressure, demands for success, and emotional exhaustion in facing modern life. Data were collected through documentation, observation, and contextual analysis of the song lyrics. The analysis employed Roland Barthes’ semiotic theory, which emphasizes the process of meaning-making through three levels: denotation, connotation, and myth. The object of this study is the entire lyrics of “Shxtty Game” by Day6, with each verse analyzed to uncover the symbolic and ideological meanings contained within. The results show that “Shxtty Game” portrays life as an endless game that represents the human struggle to survive amid life’s pressures. Overall, the song “Shxtty Game” by Day6 represents the social and emotional realities of Generation Z, in which the struggle to persevere, seek life’s meaning, and remain optimistic becomes a symbol of modern human motivation in the midst of a dynamic life.
Penerimaan terhadap media komunikasi visual poster dalam penyampaian pesan tentang pentingnya gizi Ivanina Zuhdi Pane; Endang Roh Suciati; Ummanah Ummanah; Akmal Fadila; Elisabeth Gabryela Siahaan; Nisa Arianri
KACANEGARA Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol 9, No 2 (2026): Mei
Publisher : Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28989/kacanegara.v9i2.3338

Abstract

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk mengkaji penerimaan dan efektivitas media komunikasi visual berupa poster dalam menyampaikan pesan tentang pentingnya gizi kepada masyarakat. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode survei untuk memperoleh gambaran objektif mengenai tingkat penerimaan peserta terhadap media yang digunakan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner setelah responden mengikuti kegiatan penyuluhan yang dirancang secara sistematis. Kegiatan dilaksanakan di Desa Palasari, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor pada tanggal 25 Mei 2025, dengan sasaran peserta ibu-ibu rumah tangga dan kader posyandu sebagai kelompok yang berperan penting dalam pemenuhan gizi keluarga. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa mayoritas peserta menilai media poster sebagai medium yang efektif dalam menyampaikan pesan tentang pentingnya gizi, dengan persentase sebesar 66,7%. Peserta juga mampu memahami isi pesan yang disampaikan, khususnya terkait gizi untuk bayi (41,5%), batita (16,7%), anak balita (16,7%), serta ibu hamil (25%). Selain itu, penggunaan gawai turut mendukung penyampaian pesan secara lebih luas, mengingat seluruh peserta aktif menggunakan aplikasi WhatsApp. Kesimpulan kegiatan ini menunjukkan bahwa penggunaan teks yang singkat, visual yang menarik, serta distribusi poster dalam format digital dapat meningkatkan efektivitas penyuluhan gizi. Implikasi dari kegiatan ini adalah perlunya pembentukan komunitas penyuluh guna memperluas jangkauan edukasi gizi di masyarakat secara berkelanjutan.
Strategi Komunikasi Publik Ombudsman Republik Indonesia dalam Mengelola Komentar Publik Instagram @Ombudsmanri137 untuk Menjaga Citra Lembaga Martua Reynard William Pasaribu; Endang Roh Suciati; Fajarina Fajarina; M Jamiluddin Ritonga
Federalisme: Jurnal Kajian Hukum dan Ilmu Komunikasi Vol. 3 No. 3 (2026): Agustus: Federalisme : Jurnal Kajian Hukum dan Ilmu Komunikasi
Publisher : Asosiasi Peneliti dan Pengajar Ilmu Hukum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/federalisme.v3i3.1992

Abstract

This study aims to analyze the public communication strategy of the Ombudsman of the Republic of Indonesia through its Instagram account, @ombudsmanri137, particularly in managing public comments to maintain institutional image in the digital space. Using a constructivist paradigm and a holistic single-case study design, data were collected through in-depth interviews with key and supporting informants, structured non-participant digital observation of Instagram posts published from January to April 2026, and document analysis. Data were analyzed using the explanation-building technique, with credibility strengthened through source triangulation, technique triangulation, and member checking. The findings show that public comments consisted of four categories: complaints, criticism, reasoned appreciation, and questions, with complaints and criticism predominating. This pattern was influenced by the Ombudsman's role in handling public complaints, differences between public perceptions and its legal authority, and the perception that Instagram provides a more accessible channel than formal complaint mechanisms. The communication strategy involved information dissemination and public education, two-way engagement, and publication of institutional activities and performance. Based on Two-Way Communication Theory, the strategy predominantly reflects a two-way asymmetrical model while gradually developing symmetrical characteristics. The study concludes that responsive communication supports institutional image management, although changes in institutional image were not empirically measured.
Strategi Digital Public Relations Pt Pln Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkitan Priok Dalam Publikasi Program Corporate Social Responsibility Di Wilayah Jakarta Utara Hanifah Hasna Rafifah; Juandanilsyah; Ballian Siregar; Endang Roh Suciati
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 6 No 2: Agustus (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v6i2.3261

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan strategi Digital Public Relations PT PLN Indonesia Power UBP Priok dalam publikasi program Corporate Social Responsibility (CSR), memahami pola interaksi digital, dan identifikasi tantangan serta peluang yang muncul dari digitalisasi dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) di Jakarta Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa PLN Indonesia Power UBP Priok mengimplementasikan komunikasi dua arah melalui media sosial, Focus Group Discussion (FGD), evaluasi rutin, dan integrasi struktural antara divisi Humas dan CSR. Beberapa platform yang digunakan mencakup Instagram, YouTube, TikTok, WhatsApp Group, dan website dengan penyesuaian konten yang berbeda untuk setiap platform. Salah satu tantangan utama yang dihadapi adalah keterbatasan sumber daya manusia, sedangkan kerjasama dengan media massa menjadi strategi yang efektif untuk meningkatkan luas jangkauan.
Strategi Personal Branding Bryan Benaiah Dalam Membangun Citra Modis Untuk Kaum Pria Di Tiktok (Studi Kasus Pada Akun Tiktok @_Bryanzen) Muhammad Akbar Pahlevi; Endang Roh Suciati; Salman; Juandanilsyah
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 6 No 2: Agustus (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v6i2.3272

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi strategi personal branding yang diterapkan Bryan Benaiah sebagai fashion content creator pria di TikTok (@_BryanZen) dan menganalisis penilaian pengikutnya terhadap citra modis yang ia bangun. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus yang berlandaskan paradigma konstruktivisme. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur dengan satu key informan (Bryan Benaiah) dan empat informan followers, serta observasi non-partisipan terhadap konten akun @_BryanZen. Analisis dilakukan menggunakan teori personal branding Montoya dengan delapan prinsip spesialisasi, kepemimpinan, kepribadian, perbedaan, visibilitas, kesatuan, keteguhan, dan nama baik serta teori agenda setting McCombs dan Shaw. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bryan berhasil menerapkan kedelapan prinsip personal branding secara konsisten, dengan spesialisasi pada gaya minimalis, rapi, dan Korean-inspired sebagai fondasi identitas digitalnya, serta diferensiasi yang dibangun melalui penguasaan body shape awareness, color theory, dan tipografi khas. Seluruh informan menilai Bryan autentik, konsisten, dan layak dijadikan referensi fashion pria. Melalui agenda setting, Bryan berhasil menjadikan fashion pria clean sebagai topik penting sekaligus membingkai ulang makna modis sebagai soal pemahaman diri dan kepercayaan diri, bukan sekadar tren. Kesimpulannya, citra modis Bryan merupakan konstruksi sosial yang terbentuk dari sinergi strategi personal branding yang terencana dengan fungsi agenda setting yang efektif.
Analisis Semiotika Charles Sanders Peirce : Representasi Makna Kesedihan Pada Lirik Dan Bait Lagu “Gala Bunga Matahari” Karya Sal Priadi Anandita Rahmadania; Meiyanti Nurchaerani; Arie Nugraha; Endang Roh Suciati
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 6 No 2: Agustus (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v6i2.3291

Abstract

Penelitian ini mengkaji representasi makna kesedihan dalam lirik dan Bait lagu “Gala Bunga Matahari” karya Sal Priadi dengan pendekatan semiotika Charles Sanders Peirce. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dalam paradigma konstruktivis. Data diperoleh melalui observasi berulang terhadap lirik dan dokumentasi, sedangkan unit analisis berupa kata, frasa, kalimat, dan bait yang memuat ekspresi simbolik serta emosional. Analisis menggunakan hubungan triadik representamen, objek, dan interpretant serta klasifikasi tanda berupa ikon, indeks, dan simbol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesedihan dibangun melalui tanda kehilangan, kerinduan, rasa sakit, tangisan, kenangan, penerimaan, dan harapan untuk bertemu kembali. Indeks menonjol pada ungkapan yang memiliki hubungan sebab-akibat atau eksistensial dengan duka, sedangkan simbol dominan pada ungkapan yang berkaitan dengan keyakinan spiritual dan keberlanjutan ikatan emosional. Bunga matahari menjadi simbol utama yang merepresentasikan harapan, keteguhan kasih sayang, dan kehadiran orang tercinta dalam ingatan. Secara keseluruhan, lirik merepresentasikan duka sebagai perjalanan emosional dari ketidakpastian dan kerinduan menuju penerimaan, sukacita, dan harapan spiritual.
Pengaruh Persepsi Konsumen pada Produk dan Kredibilitas Influencer Tasya Farasya terhadap Keputusan Pembelian Produk Rare Beauty melalui Media Sosial Tiktok Nadhira Aulia Sahara; Endang Roh Suciati; Ummanah; Agus Firmansyah
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 6 No 2: Agustus (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v6i2.3332

Abstract

Perkembangan media sosial telah mengubah strategi pemasaran pada industri kosmetik, salah satunya melalui pemanfaatan beauty influencer sebagai sumber informasi bagi konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh persepsi konsumen dan kredibilitas beauty influencer terhadap keputusan pembelian produk Rare Beauty melalui media sosial TikTok. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei dan jenis penelitian eksplanatif. Populasi penelitian adalah pengguna aktif TikTok di Indonesia yang pernah melihat konten Tasya Farasya mengenai produk Rare Beauty. Sampel penelitian berjumlah 400 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner menggunakan skala Likert lima poin. Data dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan SPSS 27 setelah melalui uji validitas, reliabilitas, dan uji asumsi klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi konsumen dan kredibilitas beauty influencer berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian. Secara simultan, kedua variabel mampu menjelaskan 71,0% variasi keputusan pembelian (R² = 0,710), sedangkan 29,0% dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. Penelitian ini menyimpulkan bahwa persepsi konsumen yang positif dan kredibilitas beauty influencer yang tinggi merupakan faktor penting dalam meningkatkan keputusan pembelian produk Rare Beauty melalui TikTok.
Pengaruh Kampanye Public Relations Digital ‘Skinverse’ Wardah di Platform Roblox terhadap Engagement Audiens Kevin Saputra Simanjuntak; Endang Roh Suciati; Jatayu Hadi Prakoso; Helmi Geisfarad
Dewantara : Jurnal Pendidikan Sosial Humaniora Vol. 5 No. 3 (2026): September: Dewantara : Jurnal Pendidikan Sosial Humaniora
Publisher : Universitas 45 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30640/dewantara.v4i3.7888

Abstract

This study examines audience perception, the level of audience engagement, and the influence of Wardah’s “Skinverse” digital Public Relations campaign on the Roblox platform toward audience engagement, a campaign that combines skincare education with an interactive virtual experience to bring the brand closer to young audiences. Using a positivist paradigm with a quantitative, explanatory survey approach, the study collected data through a closed questionnaire employing a four-point Likert scale from Roblox users who were aware of or had accessed the Skinverse campaign, with the sample size determined using the Lemeshow formula, and the data were then examined through descriptive analysis, classical assumption tests, simple linear regression, hypothesis testing strengthened by a bootstrapping method, and a coefficient of determination test. The findings show that both the digital Public Relations campaign and audience engagement fall into the high category, that the campaign has a positive and significant influence on audience engagement, and that it accounts for a substantial proportion of the variation in audience engagement, with the remainder explained by factors outside the scope of this study. These results indicate that a well-executed interactive digital Public Relations campaign delivered through a virtual platform can meaningfully strengthen audience engagement, a conclusion that lends support to the Dialogic Theory of Public Relations and Flow Theory and offers practical implications for Wardah and Public Relations practitioners in designing digital campaigns on interactive virtual platforms.
Representasi Dinamika Hubungan Keluarga Dalam Film 1 Kakak 7 Ponakan (Menurut Semiotika Roland Barthes) Kemal Arsandi; Euis Nurul Bahriyah; Amar Nugraha; Endang Roh Suciati
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 5 No. 11: Oktober 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v5i11.20549

Abstract

Penelitian ini menganalisis representasi dinamika hubungan keluarga dalam film 1 Kakak 7 Ponakan menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes. Tujuan penelitian adalah mengungkap makna denotatif, konotatif, dan mitos yang terkandung dalam tanda-tanda visual maupun verbal film. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan unit analisis berupa adegan, dialog, gestur, dan ekspresi tokoh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film merepresentasikan nilai tanggung jawab, pengorbanan, solidaritas, dan komunikasi keluarga melalui figur Moko sebagai pengganti orang tua. Pada tingkat mitos, film membangun konstruksi tentang sosok 'kakak ideal' yang rela mengorbankan kepentingan pribadi demi keluarga. Film ini merefleksikan nilai kolektivisme masyarakat Indonesia serta fenomena Generasi Sandwich.