Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi personal branding Windah Basudara melalui konten YouTube dan menjelaskan proses pembentukan citra positif di kalangan Generasi Z. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis konten. Data utama berasal dari lima video YouTube yang dianalisis menggunakan delapan hukum personal branding Montoya dan Vandehey, sedangkan wawancara semi-terstruktur dengan tiga informan Generasi Z digunakan sebagai data konfirmasi. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, wawancara, dan studi kepustakaan, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan model Miles dan Huberman, dengan keabsahan data diperkuat melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa delapan elemen personal branding tidak muncul dengan intensitas yang sama pada setiap video. Pola paling konsisten adalah spesialisasi sebagai gaming-entertainer, kepribadian yang ekspresif dan autentik, perbedaan melalui storytelling dan improvisasi, serta keteguhan mempertahankan ciri khas, sedangkan nama baik menguat pada konteks apresiasi terhadap karya, komunitas, dan kegiatan sosial. Wawancara Generasi Z mengonfirmasi pola tersebut dan memperlihatkan bahwa citra positif terbentuk melalui empat komponen, yaitu persepsi, kognisi, sikap, dan motivasi. Penelitian menyimpulkan bahwa personal branding Windah Basudara merupakan proses dinamis yang dibangun melalui pola presentasi diri yang konsisten, namun tidak menghasilkan penerimaan yang seragam pada setiap audiens.
Copyrights © 2026