Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Kapabilitas Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) dan Maturitas Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) terhadap Tata Kelola Pemerintahan yang Baik dengan Digital Government sebagai variabel moderasi pada Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode explanatory research. Populasi penelitian berjumlah 1.107 Pegawai Negeri Sipil (PNS), dengan sampel sebanyak 285 responden yang ditentukan menggunakan tabel Krejcie dan Morgan serta teknik stratified proportionate purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner menggunakan skala Likert lima poin dan dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling Partial Least Squares (SEM-PLS) dengan bantuan SmartPLS 4.1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kapabilitas APIP berpengaruh positif dan signifikan terhadap Tata Kelola Pemerintahan (β = 0,142; p = 0,046), sedangkan Maturitas SPIP juga berpengaruh positif dan signifikan (β = 0,388; p = 0,006). Selain itu, Digital Government terbukti memoderasi secara positif hubungan Kapabilitas APIP terhadap Tata Kelola Pemerintahan (β = 0,206; p = 0,045) serta hubungan Maturitas SPIP terhadap Tata Kelola Pemerintahan (β = 0,151; p = 0,005). Model penelitian memiliki kemampuan penjelasan yang kuat dengan nilai R² sebesar 0,766. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan kapabilitas APIP, maturitas SPIP, dan implementasi Digital Government merupakan faktor penting dalam memperkuat tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, efektif, dan efisien pada pemerintah daerah.
Copyrights © 2026