Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas konsentrasi produk HCl B di PT. XYZ yang secara konsisten berada di bawah standar perusahaan sebesar 31%, serta mengatasi penyimpangan warna pada produk HCl A yang diakibatkan oleh butiran cairan yang terbawa dari lini HCl B. Penelitian ini menggunakan pendekatan Plan-Do-Check-Action (PDCA) yang didukung oleh alat bantu kualitas berupa checksheet, stratifikasi, histogram, peta kendali Individuals-Moving Range (I-MR chart), dan diagram fishbone. Pada tahap Plan, data konsentrasi HCl B periode Januari–April 2026 dianalisis dan menunjukkan nilai rata-rata proses sebesar 30,32%, masih di bawah standar. Analisis fishbone berdasarkan hasil wawancara yang diolah dengan bantuan software NVivo mengidentifikasi faktor Machine sebagai penyebab dominan, yaitu jumlah vessel yang belum mencukupi dan belum tersedianya demister. Pada tahap Do, dilakukan penambahan satu unit vessel yang dipasang seri serta pemasangan satu unit demister. Hasil evaluasi pada tahap Check menunjukkan seluruh data konsentrasi HCl B periode 2–30 Juni 2026 telah memenuhi standar 31%, dengan nilai rata-rata proses berada di atas batas standar, disertai perbaikan warna produk HCl A menjadi lebih jernih. Pada tahap Action, konfigurasi dua vessel yang dilengkapi demister ditetapkan sebagai standar operasi baru melalui penyusunan SOP, penambahan titik pengukuran kualitas, dan monitoring berkala. Penelitian ini menyimpulkan bahwa metode PDCA efektif digunakan untuk meningkatkan kualitas proses dan produk HCl pada unit produksi yang diteliti.
Copyrights © 2026