Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fluktuasi nilai perusahaan pada subsektor food and beverage yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2020–2024 akibat berbagai tantangan ekonomi, seperti peningkatan biaya produksi, gangguan rantai pasok, serta pemulihan daya beli masyarakat yang belum merata. Kondisi tersebut mendorong pentingnya pengelolaan kebijakan dividen dan kebijakan hutang dalam upaya meningkatkan nilai perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kebijakan dividen dan kebijakan hutang terhadap nilai perusahaan, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan perusahaan subsektor food and beverage yang terdaftar di BEI periode 2020–2024. Sampel penelitian ditentukan menggunakan teknik purposive sampling dan diperoleh 33 perusahaan dengan total 165 observasi. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan program SPSS, yang didahului oleh uji asumsi klasik, serta pengujian hipotesis melalui uji t, uji F, dan koefisien determinasi (R²). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan dividen yang diproksikan dengan Dividend Payout Ratio (DPR) berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan. Sementara itu, kebijakan hutang yang diproksikan dengan Debt to Equity Ratio (DER) berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap nilai perusahaan. Secara simultan, kebijakan dividen dan kebijakan hutang berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kebijakan dividen menjadi faktor yang lebih dominan dalam meningkatkan nilai perusahaan dibandingkan kebijakan hutang, meskipun kedua variabel secara bersama-sama mampu memengaruhi nilai perusahaan pada perusahaan subsektor food and beverage yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2020–2024.
Copyrights © 2026