Perkembangan Financial Technology (Fintech) di Indonesia mendorong perubahan perilaku keuangan mahasiswa sebagai generasi digital. Riset ini bertujuan menganalisis pengaruh gaya hidup konsumtif, perceived usefulness, dan perceived ease of use terhadap adopsi fintech yang dilakukan mahasiswa dengan literasi keuangan sebagai variabel moderasi. Riset ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain asosiatif kausal. Data diperoleh melalui Google Form ke 216 mahasiswa aktif di Kalimantan Barat yang menggunakan layanan fintech. Analisis dilakukan menggunakan regresi linear berganda dan Moderated Regression Analysis (MRA). Hasil menunjukkan bahwa perceived usefulness dan perceived ease of use berpengaruh positif dan signifikan terhadap adopsi fintech, dengan perceived ease of use sebagai faktor paling menonjol. Gaya hidup konsumtif tidak berpengaruh signifikan pada model regresi dasar. Literasi keuangan berpengaruh positif terhadap adopsi fintech serta meningkatkan kemampuan model dalam menjelaskan variasi adopsi. Pada pengujian moderasi, literasi keuangan secara signifikan memperlemah pengaruh gaya hidup konsumtif terhadap adopsi fintech, namun tidak memoderasi hubungan antara variabel TAM dan adopsi. Model akhir menjelaskan 46,3% variasi adopsi fintech mahasiswa. Temuan ini memperkuat relevansi Technology Acceptance Model dalam menjelaskan perilaku adopsi fintech di kalangan mahasiswa.
Copyrights © 2026