Poros baling-baling (shaft propeller) merupakan komponen utama dalam sistem propulsi kapal yang berfungsi menyalurkan daya dari mesin induk ke baling-baling. Penurunan kondisi poros dapat menyebabkan meningkatnya getaran, menurunnya efisiensi propulsi, serta berpotensi mengganggu keselamatan pelayaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis kerusakan shaft propeller, mengevaluasi nilai clearance poros, serta menilai efektivitas metode perbaikan yang diterapkan pada KM. Dharma Ferry II selama proses docking di PT Janata Marina Indah, Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerusakan utama meliputi keausan bantalan, kerusakan sleeve, peningkatan clearance, serta gangguan sistem pelumasan. Metode perbaikan berupa pembubutan ulang, pemasangan sleeve, pelapisan chrome, dan pelurusan poros terbukti mampu mengembalikan kinerja sistem propulsi kapal.
Copyrights © 2026