Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis karakteristik fasad Gedung Singa Surabaya sebagai bagian dari upaya dokumentasi dan pelestarian cagar budaya. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif-deskriptif melalui studi literatur, observasi langsung di lapangan, dokumentasi visual, serta analisis elemen arsitektural fasad meliputi komposisi massa, elemen struktural dan non-struktural, ornamen, bukaan, material, serta gaya arsitektur yang diterapkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fasad Gedung Singa mencerminkan gaya Indische Transition Style, yang ditandai oleh simetri komposisi, penggunaan kolom dan pilaster, ritme bukaan yang teratur, serta adaptasi terhadap iklim tropis melalui elemen ventilasi dan overstek. Ornamen singa sebagai elemen simbolik tidak hanya berfungsi dekoratif, tetapi juga merepresentasikan kekuasaan, stabilitas, dan citra institusional pada periode kolonial. Identifikasi fasad ini menegaskan pentingnya Gedung Singa sebagai artefak arsitektur bersejarah yang memiliki nilai estetika, historis, dan simbolik. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi penetapan kebijakan pelestarian, restorasi, serta pengelolaan bangunan cagar budaya di kawasan perkotaan Surabaya.
Copyrights © 2026