Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengumuman isu boikot terhadap abnormal return saham perusahaan yang terlibat dalam kontroversi isu pro-Israel dengan pendekatan event study. Sampel penelitian ini terdiri dari perusahaan yang terdampak isu boikot dan terdaftar di Bursa Efek Indonesia, dengan periode pengamatan selama 45 hari bursa (T-22 hingga T+22) dengan T+0 ditetapkan pada tanggal 8 November 2023, yaitu hari pengumuman boikot resmi oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI). Pengelolaan data penelitian dilakukan menggunakan aplikasi IBM SPSS Statistics serta pengujian menggunakan One Sample T Test dan Paired Samples Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar hari pengamatan tidak menunjukkan abnormal return yang signifikan. Namun, terdapat beberapa hari yang menunjukkan reaksi pasar, yaitu T-22, T-14, T-11, T-9, dan T+20 pada market adjusted model; T-22, T-12, dan T-11 pada market model; serta T-22, T-12, T+3, dan T+10 pada mean adjusted model. Temuan paling konsisten terjadi pada T-22 (9 Oktober 2023), yang signifikan di ketiga model, yang bertepatan dengan deklarasi resmi "state of war" oleh Israel, pemutusan pasokan ke Gaza, serta meningkatnya perhatian publik terhadap keterbatasan obat-obatan dan ancaman keselamatan jiwa. Meski demikian, berdasarkan uji Paired Samples Test, tidak ditemukan perbedaan yang signifikan antara rata-rata abnormal return sebelum dan sesudah pengumuman boikot.
Copyrights © 2026