Dalam era digital yang berkembang pesat, layanan logistik seperti GoSend dari Gojek memainkan peran penting dalam memenuhi kebutuhan pengiriman logistik masyarakat. Namun, tingginya tingkat persaingan dan dinamisnya permintaan pelanggan menuntut evaluasi komprehensif terhadap keterkaitan antar elemen kapabilitas operasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan memetakan hubungan struktural antar faktor kapabilitas logistik GoSend. Pendekatan yang digunakan adalah Interpretive Structural Modeling (ISM) untuk membangun hierarki antarfaktor dan Matrix of Cross Impact Multiplication Applied to Classification (MICMAC) untuk mengklasifikasikan faktor. Sebanyak 15 faktor kapabilitas diidentifikasi melalui studi literatur dan pendapat dari pihak yang terlibat dalam operasional GoSend. Hasil analisis ISM mengidentifikasi 15 faktor kapabilitas logistik dan menempatkan lima faktor pendorong utama pada level dasar (Level 4), yaitu Kecepatan dan Ketepatan Pengiriman (CTP), Strategi Kolaborasi (SK), Fleksibilitas Operasional (FO), Peningkatan Performa Berorientasi Konsumen (PPBK), serta Biaya Distribusi dan Strategi Penetapan Harga (BDSH). Hasil analisis MICMAC menunjukkan bahwa CTP berada pada klaster independent dengan daya dorong (driving power) tertinggi dan ketergantungan (dependence power) yang rendah, menjadikannya kunci pendorong utama sistem. Sementara itu, 14 faktor lainnya tergolong dalam klaster linkage yang saling memengaruhi secara dinamis. Temuan ini mengungkap bahwa sistem logistik GoSend bersifat kompleks dan dinamis, di mana perubahan pada satu faktor dapat memengaruhi faktor lainnya. Kesimpulannya, peningkatan kapabilitas logistik GoSend secara efektif harus difokuskan pada penguatan faktor pendorong utama, terutama Kecepatan dan Ketepatan Pengiriman (CTP), untuk mengoptimalkan kinerja operasional secara menyeluruh.
Copyrights © 2026