Perkembangan lanskap bisnis pada era kontemporer ditandai oleh penetrasi teknologi digital yang masif, di mana kecerdasan buatan telah bergeser menjadi penggerak utama strategi kompetitif. Sektor ritel tradisional menghadapi tekanan eksistensial yang signifikan akibat keterbatasan modal dan infrastruktur teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk menyintesis literatur global mengenai bagaimana teknologi kecerdasan buatan dan ekosistem digital merekonfigurasi kekuatan kompetitif dalam industri ritel menggunakan kerangka kerja lima kekuatan Porter. Metode yang digunakan adalah Tinjauan Literatur Sistematis yang mengadopsi protokol PRISMA. Proses penapisan pada basis data elektronik dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir menghasilkan 24 artikel yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa disrupsi paling signifikan terjadi pada eskalasi rivalitas internal industri dan peningkatan daya tawar pembeli digital yang dipicu oleh strategi penetapan harga dinamis dan sistem rekomendasi berbasis algoritma. Selain itu, hambatan masuk bagi pendatang baru virtual semakin menurun, sementara ancaman produk substitusi fungsional berada pada tingkat yang tinggi. Sebagai kesimpulan, resiliensi ritel tradisional memerlukan strategi hibridasi operasional minimum yang dikombinasikan dengan penguatan diferensiasi berbasis komunitas lokal guna memitigasi risiko marjinalisasi pasar.
Copyrights © 2026