Kesantunan berbahasa merupakan salah satu aspek penting dalam perkembangan bahasa dan karakter anak usia dini yang menentukan kualitas interaksi sosial anak dengan lingkungan sekitarnya. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji konsep kesantunan berbahasa pada anak usia dini, bentuk-bentuk kesantunan berbahasa yang muncul dalam interaksi anak, faktor-faktor yang memengaruhinya, serta implikasinya bagi praktik pendidikan di satuan PAUD. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan menelaah dan mensintesis berbagai sumber primer dan sekunder berupa artikel jurnal, buku, dan hasil penelitian terdahulu yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa kesantunan berbahasa anak usia dini terbentuk melalui proses pemerolehan bahasa yang dipengaruhi oleh pola asuh orang tua, lingkungan keluarga, teman sebaya, serta model tuturan yang diberikan oleh orang dewasa di sekitarnya. Prinsip kesantunan Leech, meliputi maksim kebijaksanaan, kedermawanan, penghargaan, kesederhanaan, permufakatan, dan kesimpatian, dapat diadaptasi untuk menganalisis tuturan anak meskipun dalam bentuk yang masih sederhana. Strategi penanaman kesantunan berbahasa yang efektif meliputi keteladanan, pembiasaan, penggunaan media cerita bergambar, permainan peran, serta penguatan positif dari guru dan orang tua. Kajian ini merekomendasikan pentingnya sinergi antara keluarga dan lembaga PAUD dalam membangun kesantunan berbahasa sebagai fondasi karakter anak sejak dini.
Copyrights © 2026