Transformasi digital dalam pendidikan menuntut guru memiliki kemampuan mengembangkan bahan ajar yang memanfaatkan teknologi digital, termasuk pengenalan pemrograman di sekolah dasar. Namun, hasil obsevasi menunjukkan bahwa guru di SD Muhammadiyah 08 Dau masih menghadapi keterbatasan dalam memahami konsep bahan ajar digital, coding, computational thinking, serta penggunaan Scratch sebagai media pembelajaran. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru dalam mengembangkan bahan ajar pemrograman berbasis teknologi digital melalui pelatihan dan praktik penggunaan Scratch. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pelatihan, praktik, dan evaluasi melalui pre-test dan post-test terhadap 28 guru. Materi pelatihan mencakup konsep bahan ajar digital, coding, computational thinking, dan praktik pengembangan animasi sederhana menggunakan Scratch. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kompetensi guru setelah mengikuti pelatihan. Pada hasil post-test, seluruh peserta menyatakan setuju atau sangat setuju bahwa mereka lebih percaya diri dalam merancang bahan ajar berbasis teknologi digital, sedangkan 96,5% peserta menyatakan mampu mengembangkan bahan ajar pemrograman sederhana menggunakan Scratch. Selain itu, peserta menunjukkan peningkatan pemahaman terhadap konsep pemrograman dan pemanfaatan Scratch sebagai media pembelajaran. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pelatihan berbasis praktik (hands-on training) efektif meningkatkan literasi digital, keterampilan, dan kepercayaan diri guru dalam mengembangkan bahan ajar pemrograman berbasis teknologi digital untuk mendukung implementasi pembelajaran Informatika di sekolah dasar.
Copyrights © 2026