Penelitian ini menganalisis efisiensi pengelolaan persediaan kedelai pada Home Industri Pabrik Tahu dan Tempe Ibu Tutik di Mojosongo, Surakarta, dengan membandingkan kebijakan perusahaan dan pendekatan Material Requirement Planning (MRP). Penelitian menggunakan data kuantitatif tahun 2025 yang mencakup kebutuhan bahan baku, pembelian, biaya pemesanan, biaya penyimpanan, dan frekuensi pembelian. Analisis MRP dilakukan menggunakan teknik Lot For Lot (LFL), Economic Order Quantity (EOQ), dan Period Order Quantity (POQ) untuk mengetahui metode pengendalian persediaan yang memberikan biaya paling efisien. Berdasarkan hasil perhitungan, kebijakan perusahaan menghasilkan total biaya persediaan sebesar Rp3.099.999. Teknik LFL menghasilkan biaya sebesar Rp624.996, EOQ sebesar Rp4.624.046, dan POQ sebesar Rp2.344.544. Tingkat efisiensi biaya dengan teknik LFL menghasilkan penghematan sebesar 79,84%, sedangkan POQ menghasilkan penghematan sebesar 24,37% dibandingkan kebijakan perusahaan. Sementara itu, EOQ menghasilkan efisiensi sebesar -49,16%, sehingga belum mampu memberikan penghematan biaya persediaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan LFL dan POQ mampu menurunkan biaya persediaan secara lebih efektif dibandingkan kebijakan perusahaan. Dengan total biaya persediaan paling rendah, teknik LFL menjadi alternatif pengendalian persediaan yang paling efisien untuk diterapkan pada Home Industri Pabrik Tahu dan Tempe Ibu Tutik di Mojosongo, Surakarta, guna mendukung perencanaan kebutuhan bahan baku yang lebih ekonomis, terukur, dan terkendali serta meningkatkan efisiensi operasional usaha secara berkelanjutan pula.
Copyrights © 2026