Students' low ecological awareness and social care pose a serious challenge to the sustainability of character education in schools. Environmentally oriented literary works can function as contextual learning media to effectively foster environmental and social care values. This study aims to identify the aspects of natural ecology and cultural ecology in the novel Kresek Hitam by Honey Dee and to describe their implementation in high school character education. This research utilized a qualitative descriptive design with a literary ecology approach. The research data consisted of lingual units such as words, phrases, clauses, and sentences reflecting human-environment interactions in the novel Kresek Hitam. Data collection techniques were carried out through reading and note-taking methods, while data analysis adopted content analysis. The results indicated that the novel Kresek Hitam represents two main aspects of literary ecology: natural ecology, which depicts extreme tropical climate conditions, spatial boundaries, and the geographical landscape of Samarinda City; and cultural ecology, which reflects the shift to digital transportation modes, social mutual assistance norms, and the work ethic of urban communities. These ecological values demonstrate strong relevance as contextual instructional materials for implementing environmental and social care character education for senior high school students. ABSTRAK Rendahnya kesadaran ekologis dan kepedulian sosial di kalangan peserta didik menjadi tantangan serius bagi keberlanjutan pendidikan karakter di sekolah. Karya sastra berorientasi lingkungan dapat difungsikan sebagai media pembelajaran kontekstual untuk menumbuhkan nilai-nilai karakter peduli lingkungan dan peduli sosial secara efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi aspek ekologi alam dan ekologi budaya dalam novel Kresek Hitam karya Honey Dee serta mendeskripsikan implementasinya terhadap pendidikan karakter siswa SMA. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan ekologi sastra. Data penelitian berupa unit lingual seperti kata, frasa, klausa, dan kalimat yang mencerminkan interaksi manusia dengan lingkungan dalam novel Kresek Hitam. Teknik pengumpulan data dilaksanakan melalui metode simak dan teknik catat, sedangkan teknik analisis data mengadopsi teknik analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel Kresek Hitam merepresentasikan dua aspek utama ekologi sastra, yaitu ekologi alam yang menggambarkan kondisi iklim tropis ekstrem, batas wilayah, dan lanskap geografis Kota Samarinda, serta ekologi budaya yang merefleksikan pergeseran moda transportasi digital, norma gotong royong, dan etos kerja masyarakat perkotaan. Nilai-nilai ekologis tersebut memiliki relevansi kuat sebagai bahan ajar kontekstual dalam mengimplementasikan pendidikan karakter peduli lingkungan dan peduli sosial bagi siswa di jenjang SMA.
Copyrights © 2026