Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis lintasan jalur kritis pada Proyek Pembangunan Gedung Perpustakaan Kota Kotamobagu menggunakan metode Critical Path Method (CPM). Penelitian dilakukan karena terjadi keterlambatan penyelesaian proyek yang berpotensi memengaruhi pencapaian target waktu pelaksanaan. Data yang digunakan meliputi gambar kerja, time schedule, kurva S, Rencana Anggaran Biaya (RAB), Work Breakdown Structure (WBS), data progres lapangan, durasi aktivitas, serta hubungan predecessor–successor. Analisis dilakukan melalui penyusunan network planning, perhitungan forward pass, backward pass, total float, identifikasi lintasan kritis, serta perbandingan antara durasi kontrak, hasil analisis CPM, dan durasi aktual pelaksanaan proyek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lintasan kritis proyek terdiri atas aktivitas A–B–C–D–E–G–H–K–P–Q dengan durasi penyelesaian 196 hari kalender. Durasi tersebut lebih lama 16 hari (8,89%) dibandingkan durasi kontrak 180 hari kalender, namun lebih cepat 35 hari dibandingkan durasi aktual proyek yang mencapai 231 hari kalender. Aktivitas D (Pekerjaan Sloof, Kolom, Balok, Plat, dan Tangga) merupakan aktivitas paling dominan dengan durasi 55 hari (28,06% dari total durasi proyek) sehingga menjadi prioritas utama dalam pengendalian waktu. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa metode CPM mampu mengidentifikasi aktivitas kritis, menentukan kelonggaran waktu (float) setiap aktivitas, serta memberikan dasar dalam penyusunan strategi pengendalian waktu proyek melalui penentuan prioritas pengawasan pada aktivitas yang berada pada lintasan kritis. Percepatan durasi proyek tidak dilakukan dalam penelitian ini karena tidak diterapkan teknik optimasi seperti crashing, fast tracking, maupun analisis time-cost trade off.
Copyrights © 2026