SECONDARY : Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah (JIPM)
Vol. 6 No. 4 (2026)

ASESMEN FORMATIF DAN SUMATIF DALAM MENDORONG KREATIVITAS DAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SISWA SMA

Nandalia Nandalia (Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga)



Article Info

Publish Date
07 Aug 2026

Abstract

ABSTRACT Within the implementation of the Merdeka Curriculum, assessment is positioned as an integral component of the learning process. Nevertheless, assessment practices in senior high schools remain predominantly focused on measuring academic achievement, limiting their potential to foster creativity and problem-solving skills. This condition underscores the need for a deeper understanding of how formative and summative assessment contribute to the development of twenty-first-century competencies. This study explored the implementation of both assessment approaches at SMA Negeri 9 Yogyakarta using a qualitative case study design. The participants consisted of one mathematics teacher, the vice principal for curriculum affairs, and three students selected through purposive sampling. Data were collected through semi-structured interviews and analyzed using thematic analysis. The findings indicate that formative assessment is more effective than summative assessment in fostering creativity and problem-solving skills by providing continuous feedback, reflective activities, classroom discussions, practice exercises, and project-based assignments that encourage students to explore multiple solution strategies. In contrast, summative assessment remains primarily oriented toward measuring learning achievement, offering relatively limited opportunities for students to develop and express original ideas. The study concludes that a balanced integration of formative and summative assessment, supported by authentic project- and case-based assessment, contributes to creating more meaningful learning experiences while strengthening students' creativity, problem-solving skills, and the overall quality of learning in a sustainable manner. ABSTRAK Implementasi Kurikulum Merdeka menempatkan asesmen sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari proses pembelajaran. Namun, praktik penilaian di sekolah menengah atas masih lebih banyak diarahkan pada pengukuran capaian akademik sehingga potensinya dalam membangun kreativitas dan kemampuan pemecahan masalah belum dimanfaatkan secara optimal. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya pemahaman yang lebih mendalam mengenai bagaimana asesmen formatif dan asesmen sumatif berkontribusi terhadap pengembangan kompetensi abad ke-21. Penelitian ini mengeksplorasi praktik kedua bentuk asesmen di SMA Negeri 9 Yogyakarta melalui pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Informan terdiri atas seorang guru matematika, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, dan tiga siswa yang dipilih secara purposive. Data diperoleh melalui wawancara semi-structured kemudian dianalisis menggunakan thematic analysis. Temuan menunjukkan bahwa asesmen formatif lebih efektif dalam memfasilitasi kreativitas dan kemampuan pemecahan masalah karena menghadirkan umpan balik berkelanjutan, refleksi, diskusi, latihan, serta penugasan berbasis proyek yang mendorong eksplorasi beragam strategi penyelesaian. Sebaliknya, asesmen sumatif masih didominasi fungsi pengukuran hasil belajar sehingga ruang bagi siswa untuk mengembangkan gagasan relatif terbatas. Hasil penelitian menegaskan bahwa perpaduan proporsional antara asesmen formatif dan sumatif, yang diperkuat asesmen autentik berbasis proyek dan studi kasus, mampu menciptakan pengalaman belajar yang lebih bermakna sekaligus memperkuat kreativitas, kemampuan pemecahan masalah, dan kualitas pembelajaran secara berkelanjutan.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

secondary

Publisher

Subject

Education

Description

SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah (JIPM) terbit 4 (Empat) kali setahun pada bulan Januari, April, Juli dan Oktober, berisi tulisan/artikel hasil pemikiran dan hasil penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam smua disiplin ilmu yang ...