ABSTRACT Social ethics are an important aspect of students’ lives. However, various forms of deviant behavior among students are suspected to be associated with permissive parenting practices adopted by parents. This condition is reflected in several attitudes exhibited by junior high school students, indicating a low level of social ethics. The purpose of this study is to examine how a permissive parenting style affects the social ethics of students at SMPN 2 Banjarmasin. A quantitative method with a correlation-of-effects design was used in this study. The sample consisted of 266 students selected at random. The Permissive Parenting Style and Social Ethics questionnaires were used to collect data; both had been tested for validity and reliability. Subsequently, the data were analyzed using quantitative descriptive analysis and simple linear regression with SPSS version 31. The results showed that students’ social ethics fell into the high category (62%), while permissive parenting was in the moderate category (72.2%). The coefficient of determination (R² = 0.318) indicates that permissive parenting explains 31.8% of the variance in students’ social ethics. Thus, the more permissive parents’ parenting style is, the lower the students’ social ethics. These findings underscore the importance of the family’s role in shaping social ethics and the need for synergy among families, schools, and the community in supporting adolescents’ character development. ABSTRAK Etika sosial merupakan aspek penting dalam kehidupan siswa. Namun, berbagai perilaku menyimpang pada siswa diduga berkaitan dengan pola asuh permisif yang diterapkan orang tua. Kondisi tersebut tercermin dalam sejumlah sikap siswa sekolah menengah pertama yang menunjukkan rendahnya penerapan etika sosial. Tujuan dari penelitian ini Adalah untuk melihat bagaimana gaya pengasuhan permisif berdampak pada etika sosial siswa di SMPN 2 Banjarmasin. Metode kuantitatif dengan desain korelasi pengaruh digunakan dalam penelitian ini. Sampel penelitian terdiri dari 266 siswa yang dipilih secara acak. Kuesioner Gaya Pengasuhan Permisif dan Etika Sosial digunakan untuk mengumpulkan data, keduanya telah diuji untuk validitas dan kredibilitas. Selanjutnya, data dianalisis dengan analisis deskriptif kuantitatif dan regresi linier sederhana menggunakan program SPSS versi 31. Hasil penelitian menunjukkan bahwa etika sosial siswa berada pada kategori tinggi (62%), sedangkan pola asuh permisif berada pada kategori sedang (72,2%). Nilai koefisien determinasi (R² = 0,318) menunjukkan bahwa pola asuh permisif memberikan prediktor sebesar 31,8% terhadap etika sosial siswa. Dengan demikian, semakin tinggi penerapan pola asuh permisif oleh orang tua, semakin rendah etika sosial yang dimiliki siswa. Temuan ini menegaskan pentingnya peran keluarga dalam membentuk etika sosial serta perlunya sinergi antara keluarga, sekolah, dan masyarakat dalam mendukung perkembangan karakter remaja.
Copyrights © 2026