SECONDARY : Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah (JIPM)
Vol. 6 No. 4 (2026)

IMPLEMENTASI PEMBIASAAN IBADAH SEBAGAI UPAYA PEMBENTUKAN KARAKTER RELIGIUS SISWA DI SMP NEGERI 17 BALIKPAPAN

Alimuddin Alimuddin (Program Studi Magister Manajemen Pendidikan, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta)
Ika Maryani (Program Studi Magister Manajemen Pendidikan, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta)
Achadi Budi Santosa (Program Studi Magister Manajemen Pendidikan, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta)



Article Info

Publish Date
30 Aug 2026

Abstract

ABSTRACT The decline in moral conduct and the emergence of undisciplined behavior among adolescents have led schools to seek educational experiences that extend beyond the transmission of values and become embedded in students’ daily practices. Within this context, this study examines religious worship habituation at SMP Negeri 17 Balikpapan and its relationship with the development of students’ religious character. This study employed a qualitative approach through field research conducted over a six-month period, from January to June 2026, involving informants consisting of the principal, Islamic Religious Education (PAI) teachers, students, and parents. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation, and their trustworthiness was ensured through source triangulation, member checking, and an audit trail. The analysis proceeded through data collection, condensation, presentation, and thematic conclusion drawing and verification. Students’ religious experiences were cultivated through Qur’an recitation, collective prayer, Duha prayer, congregational Zuhur prayer, and regular religious activities held every Friday. These practices were reinforced through teachers’ exemplary conduct, habituation, guidance, and supervision, alongside parental support within the family environment. The identified changes included greater regularity in worship, discipline, politeness, responsibility, and respect for teachers and parents. Thus, religious worship habituation functions as a space for character education when school programs, exemplary practices, and family support operate in a mutually reinforcing manner. ABSTRAK Persoalan penurunan kualitas akhlak dan munculnya perilaku kurang disiplin pada remaja menempatkan sekolah pada kebutuhan untuk membangun pengalaman pendidikan yang tidak berhenti pada penyampaian nilai, tetapi hadir dalam kebiasaan sehari-hari. Dalam konteks tersebut, penelitian ini menelaah pembiasaan ibadah di SMP Negeri 17 Balikpapan serta keterkaitannya dengan pembentukan karakter religius siswa. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui penelitian lapangan (field research) yang dilaksanakan selama enam bulan, yaitu dari Januari hingga Juni 2026, dengan melibatkan informan yang terdiri atas kepala sekolah, guru Pendidikan Agama Islam, siswa, dan orang tua siswa. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian diperiksa melalui triangulasi sumber, member checking, dan audit trail. Proses analisis berlangsung melalui pengumpulan data, kondensasi, penyajian, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan secara tematik. Kehidupan religius siswa dibentuk melalui tadarus Al-Qur'an, doa bersama, salat duha, salat zuhur berjamaah, dan kegiatan keagamaan rutin pada hari Jumat. Proses tersebut memperoleh penguatan dari keteladanan, pembiasaan, nasihat, dan pengawasan guru, serta dukungan orang tua di lingkungan keluarga. Perubahan yang teridentifikasi mencakup keteraturan beribadah, kedisiplinan, kesopanan, tanggung jawab, dan penghormatan kepada guru serta orang tua. Pembiasaan ibadah, dengan demikian, berfungsi sebagai ruang pendidikan karakter ketika program sekolah, praktik keteladanan, dan dukungan keluarga bergerak secara saling melengkapi.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

secondary

Publisher

Subject

Education

Description

SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah (JIPM) terbit 4 (Empat) kali setahun pada bulan Januari, April, Juli dan Oktober, berisi tulisan/artikel hasil pemikiran dan hasil penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam smua disiplin ilmu yang ...