SECONDARY : Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah (JIPM)
Vol. 6 No. 4 (2026)

KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SISWA SMP DALAM PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH TERINTEGRASI PENDEKATAN SETS PADA MATERI STATISTIKA

Dinda Khusnul Khotimah (Prodi Pendidikan Matematika Universitas Islam Darul ‘Ulum Lamongan Indonesia)
Luluk Faridah (Prodi Pendidikan Matematika Universitas Islam Darul ‘Ulum Lamongan Indonesia)
Abdur Rohim (Prodi Pendidikan Matematika Universitas Islam Darul ‘Ulum Lamongan Indonesia)



Article Info

Publish Date
22 Aug 2026

Abstract

ABSTRACT Mathematical problem-solving ability is an essential competency that needs to be developed in mathematics education, particularly in statistics, where students are required to understand data, determine appropriate solution strategies, perform calculations, and interpret results within real-life contexts. However, this ability has not developed equally among students with different levels of mathematical competence. This study aimed to describe the mathematical problem-solving ability of eighth-grade students at SMP NU Simo through Problem-Based Learning (PBL) integrated with the Science, Environment, Technology, and Society (SETS) approach in statistics learning. This study employed a descriptive qualitative approach involving six students purposively selected based on pre-test results to represent high-, medium-, and low-ability categories. Data were collected through SETS-contextualized essay tests and interviews, then analyzed using Polya’s four stages of problem solving through data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings revealed that high-ability students were able to complete all four stages systematically and independently, while medium-ability students successfully completed the first three stages but were not yet consistent in reviewing their solutions. In contrast, low-ability students experienced difficulties beginning at the problem-understanding stage and required scaffolding during the solution process. The integration of PBL and SETS provided more meaningful statistical learning contexts and revealed distinct characteristics of mathematical problem solving across different levels of student ability. ABSTRAK Kemampuan pemecahan masalah matematis merupakan salah satu kompetensi penting yang perlu dikembangkan dalam pembelajaran matematika, khususnya pada materi statistika yang menuntut siswa memahami data, menentukan strategi penyelesaian, melakukan perhitungan, dan menafsirkan hasil dalam konteks nyata. Namun, kemampuan tersebut belum berkembang secara merata pada siswa dengan tingkat kemampuan yang berbeda. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah siswa kelas VIII SMP NU Simo dalam pembelajaran Problem Based Learning (PBL) yang diintegrasikan dengan pendekatan Science, Environment, Technology, and Society (SETS) pada materi statistika. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan enam siswa yang dipilih secara purposive berdasarkan hasil pre-test untuk mewakili kategori kemampuan tinggi, sedang, dan rendah. Data dikumpulkan melalui tes uraian berbasis konteks SETS dan wawancara, kemudian dianalisis berdasarkan empat tahap pemecahan masalah Polya melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil menunjukkan bahwa siswa berkemampuan tinggi mampu memenuhi keempat tahap secara sistematis dan mandiri, siswa berkemampuan sedang mampu melalui tiga tahap awal tetapi belum konsisten dalam meninjau kembali hasil, sedangkan siswa berkemampuan rendah mengalami hambatan sejak memahami masalah dan memerlukan scaffolding dalam penyelesaian. PBL-SETS menghadirkan konteks statistika yang lebih bermakna dan memperlihatkan karakteristik pemecahan masalah yang berbeda pada setiap tingkat kemampuan siswa.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

secondary

Publisher

Subject

Education

Description

SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah (JIPM) terbit 4 (Empat) kali setahun pada bulan Januari, April, Juli dan Oktober, berisi tulisan/artikel hasil pemikiran dan hasil penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam smua disiplin ilmu yang ...