SD Terpadu Muhammadiyah 36 Medan memiliki visi strategis untuk membuka kelas bilingual sebagai upaya peningkatan mutu dan daya saing sekolah melalui kerja sama internasional dengan mengirim dua guru sebagai perwakilan awal. Namun, hasil analisis situasi menunjukkan bahwa kesiapan implementasi secara sistemik belum memadai. Kompetensi bahasa Inggris pedagogis guru masih terbatas pada instruksi dasar (<15% penggunaan bahasa Inggris di kelas) dan Standar Operasional Prosedur (SOP) English-Mediated Instruction (EMI) belum tersedia. Program ini menawarkan solusi melalui penerapan model pelatihan EMI berlandaskan kerangka kerja Content and Language Integrated Learning (CLIL) yang dilengkapi pendampingan microteaching intensif. Peserta kegiatan terdiri atas 15 orang guru kelas dan guru mata pelajaran. Program pengabdian ini berlangsung selama enam bulan melalui empat tahapan terintegrasi: (1) persiapan dan analisis kebutuhan, (2) pelatihan model berbasis CLIL, (3) pendampingan microteaching berbasis EMI, serta (4) evaluasi dan tindak lanjut. Evaluasi kuantitatif menunjukkan peningkatan rata-rata skor Classroom English guru dari 48,20 (pre-test) menjadi 82,50 (post-test), serta tersusunnya draf SOP EMI sekolah. Hasil ini membuktikan adanya peningkatan kapasitas individu dan kesiapan sistemik sekolah dalam pembukaan kelas bilingual secara profesional.
Copyrights © 2026